Tren Global Biopharma, Kesiapan AI, Insight Navigator365

Daftar Isi
Stagnasi Kepuasan HCP dan Peran Precision AQ Global Trends
Edisi terbaru Precision AQ Global Trends merupakan publikasi tahunan gratis. Laporan ini menyajikan rangkuman komprehensif mengenai tren dan pola customer engagement biopharma di berbagai kawasan utama dunia. Selain itu, laporan ini merangkum beragam insight utama yang muncul sepanjang tahun terakhir. Fokusnya adalah respons tenaga kesehatan terhadap upaya engagement dari industri farmasi dan bioteknologi. Seluruh temuan dalam Precision AQ Global Trends bersumber dari dua program riset unggulan, yaitu Navigator365™ dan Maturometer™. Kedua program ini telah lama diakui sebagai acuan tepercaya di industri farmasi global.
Di pasar EU5, tingkat kepuasan spesialis terhadap engagement biopharma sempat meningkat secara signifikan selama masa pandemi COVID‑19. Lonjakan tersebut terutama dipicu oleh percepatan adopsi kanal digital. Selain itu, penyesuaian cepat terhadap kebutuhan komunikasi jarak jauh turut berperan akibat pembatasan tatap muka. Namun, setelah fase awal adaptasi, tren positif ini tidak berlanjut dan menunjukkan pola yang cenderung datar. Saat ini, tingkat kepuasan HCP terhadap engagement biopharma stagnan dan tidak memperlihatkan peningkatan berarti dalam beberapa tahun terakhir.
Lebih dari setengah tenaga kesehatan di EU5 masih berada pada posisi netral atau tidak puas. Sikap ini tertuju pada upaya digital engagement yang dilakukan industri biopharma. Data internal Precision AQ menunjukkan bahwa proporsi HCP yang menyatakan diri sangat puas terhadap engagement biopharma tergolong kecil. Angka tersebut hanya berada pada kisaran satu digit persentase dan hampir tidak berubah selama beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menegaskan adanya kesenjangan yang persisten antara ekspektasi tenaga kesehatan dan kualitas engagement. Kesenjangan tersebut terlihat pada engagement yang mereka terima dari perusahaan biopharma di berbagai kanal.
Peluang Perbaikan Strategi Customer Engagement
Bagi perusahaan biopharma, temuan tersebut mengindikasikan adanya peluang besar sekaligus kebutuhan mendesak untuk memperbaiki pendekatan customer engagement secara sistematis. Perusahaan perlu mengembangkan strategi yang lebih relevan, terpersonalisasi, dan konsisten di seluruh kanal, baik digital maupun tatap muka. Selain itu, strategi tersebut perlu mempertimbangkan preferensi spesifik HCP di setiap segmen. Pendekatan omnichannel yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan klinis HCP menjadi prasyarat penting. Prasyarat ini penting untuk meningkatkan kepuasan dan memperkuat hubungan jangka panjang.
Precision AQ Global Trends juga menyoroti peran artificial intelligence yang kian menonjol di berbagai sektor, termasuk farmasi dan biopharma. Banyak organisasi memandang AI sebagai alat strategis untuk memperkuat customer engagement dan meningkatkan efektivitas interaksi dengan HCP. AI dinilai mampu membantu memahami kebutuhan HCP secara lebih mendalam, mempersonalisasi pesan, dan mengoptimalkan frekuensi kontak. Selain itu, AI turut meningkatkan relevansi konten di berbagai channel komunikasi. Berbagai survei industri menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen perusahaan farmasi besar telah memasukkan AI dalam agenda transformasi digital mereka.
Antusiasme terhadap integrasi AI dalam strategi engagement sangat tinggi, terutama di kalangan perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital. Perusahaan-perusahaan ini juga ingin meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya komersial. Namun, di banyak organisasi, inisiatif AI masih berada pada tahap awal dan belum mencapai skala implementasi yang luas. Banyak perusahaan baru menjalankan pilot project, uji coba terbatas, atau sekadar mengeksplorasi konsep tanpa roadmap implementasi jangka panjang yang jelas. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara aspirasi strategis dan kesiapan operasional.
Fondasi Data dan Tantangan Implementasi AI
Tantangan utama dalam pemanfaatan AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Tantangan ini juga berkaitan dengan kesiapan fondasi data yang menjadi input utama algoritma. Sebelum memperluas penggunaan AI, perusahaan perlu memastikan bahwa kualitas data sudah memadai. Selain itu, tata kelola data harus jelas dan struktur data tertata rapi di seluruh sistem. Tanpa fondasi tersebut, pemanfaatan AI berisiko menghasilkan insight yang keliru, rekomendasi yang bias, dan keputusan yang tidak akurat. Pada akhirnya, hal ini dapat menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
Precision AQ Global Trends menekankan bahwa AI hanya akan efektif jika didukung data yang bersih dan konsisten. Data tersebut juga harus dikelola dengan standar yang kuat di seluruh organisasi. Data yang tidak terstruktur, terfragmentasi, atau tidak terintegrasi dapat menghambat kemampuan AI untuk memberikan rekomendasi yang relevan dan dapat ditindaklanjuti. Selain itu, kelemahan dalam tata kelola data dapat menimbulkan keraguan terkait akurasi, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data. Oleh karena itu, investasi pada kualitas data, integrasi sistem, dan kerangka governance yang solid menjadi langkah penting. Langkah ini perlu diambil sebelum organisasi mengandalkan AI dalam customer engagement.
Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Navigator365™ telah mewawancarai lebih dari 65.000 dokter. Wawancara ini mencakup lebih dari 25 area terapi di berbagai negara dan kawasan. Fokus utama riset ini adalah memahami preferensi dan perilaku omnichannel para dokter dalam berinteraksi dengan perusahaan biopharma. Navigator365™ menggali bagaimana HCP ingin dihubungi, kanal apa yang mereka sukai, dan frekuensi interaksi yang mereka anggap ideal. Selain itu, riset ini menggali jenis konten yang mereka nilai paling relevan dan bermanfaat untuk praktik klinis. Data ini memberikan gambaran nyata tentang cara HCP berinteraksi dengan berbagai bentuk engagement, baik digital maupun tatap muka.
Navigator365™ Cx Benchmark memungkinkan brand membandingkan kinerja mereka dengan kompetitor utama secara sistematis dan berbasis data. Perbandingan dapat dilakukan pada level channel, seperti email, webinar, pertemuan tatap muka, dan kunjungan perwakilan medis. Platform digital lainnya yang digunakan untuk edukasi dan promosi ilmiah juga dapat dibandingkan. Selain itu, Cx Benchmark juga mendukung evaluasi lintas fungsi inti, termasuk marketing, sales, medical, dan patient engagement. Dengan demikian, organisasi dapat melihat konsistensi pengalaman HCP di seluruh titik kontak.
Dengan pendekatan benchmarking yang terstruktur, brand dapat mengidentifikasi area di mana mereka unggul dan area yang tertinggal. Brand juga dapat menemukan aspek yang memerlukan penyesuaian strategi secara prioritas. Melalui Navigator365™ Cx Benchmark, perusahaan dapat melihat bagaimana pengalaman yang dirasakan HCP di setiap titik kontak dan kanal komunikasi utama. Mereka dapat menilai apakah pesan yang disampaikan konsisten dan apakah frekuensi interaksi sesuai harapan. Selain itu, mereka dapat menilai apakah konten yang diberikan benar‑benar relevan dengan kebutuhan klinis dan informasi ilmiah HCP.
Insight yang dihasilkan membantu organisasi menyusun rencana perbaikan yang terarah, misalnya dengan mengoptimalkan kombinasi kanal dan memperbaiki kualitas materi edukasi. Selain itu, organisasi juga dapat menyesuaikan pendekatan field force berdasarkan preferensi lokal. Perusahaan juga dapat menguji dampak perubahan strategi terhadap persepsi HCP secara kuantitatif dari waktu ke waktu. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan HCP dan memperkuat hubungan jangka panjang. Pada akhirnya, upaya ini juga meningkatkan efektivitas customer engagement biopharma di berbagai pasar.
Navigator365™ Core menggabungkan seluruh hasil riset yang sangat luas tersebut menjadi lebih dari 50 juta data points yang terstruktur. Volume data yang besar ini memberikan pandangan yang kaya mengenai pola engagement dan preferensi HCP. Selain itu, data ini juga mengungkap tren global di berbagai area terapi dan wilayah geografis. Data mencakup variasi geografis, perbedaan spesialisasi, serta perubahan perilaku dari waktu ke waktu. Dengan demikian, analisis longitudinal dan segmentasi yang lebih granular pun dimungkinkan. Dengan basis data sebesar ini, Precision AQ Global Trends dapat menyajikan insight yang deskriptif, komparatif, dan prediktif.
Seluruh insight dari Navigator365™ Core disajikan melalui platform cloud berbasis self‑service yang mudah diakses oleh berbagai fungsi dalam organisasi. Platform ini dilengkapi dengan tools interaktif dan laporan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pengguna dapat memfilter data berdasarkan negara, area terapi, jenis HCP, atau kanal tertentu, serta menggabungkan beberapa dimensi analisis secara simultan. Mereka juga dapat membandingkan performa brand dengan benchmark pasar, serta mengeksplorasi tren yang relevan dengan prioritas strategis organisasi.
Sinergi Riset, AI, dan Governance dalam Biopharma
Pendekatan berbasis platform ini memungkinkan tim lintas fungsi untuk bekerja dengan set data yang sama. Namun, setiap tim tetap memiliki sudut pandang yang sesuai perannya, seperti marketing, medical affairs, atau sales. Dengan akses ke data yang terstruktur dan tools analitik yang intuitif, organisasi dapat mengambil keputusan berbasis data dan evidence. Mereka dapat merancang strategi customer engagement yang lebih tepat sasaran dan menyesuaikan channel serta konten dengan preferensi HCP. Selain itu, mereka dapat mengukur dampak dari setiap inisiatif yang dijalankan secara berkelanjutan.
Precision AQ Global Trends menunjukkan bahwa riset mendalam, platform interaktif, dan AI yang terarah membuka peluang besar bagi biopharma. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas engagement. Grafik dan visualisasi data yang disajikan dalam laporan membantu pembaca memahami perbedaan tingkat kepuasan HCP antarnegara. Selain itu, visualisasi ini juga menunjukkan variasi preferensi kanal serta dinamika adopsi digital dari waktu ke waktu. Visualisasi tersebut memudahkan identifikasi pola utama dan area yang memerlukan intervensi strategis.
Pada akhirnya, laporan Precision AQ Global Trends menegaskan bahwa engagement biopharma sempat membaik selama pandemi. Namun, tingkat kepuasan HCP kini cenderung stagnan di banyak pasar utama. Lebih dari separuh HCP masih netral atau tidak puas terhadap digital engagement yang mereka terima. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang perbaikan yang signifikan. AI menawarkan peluang besar untuk memperbaiki situasi ini. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan fondasi data, integrasi sistem, dan tata kelola yang kuat di seluruh organisasi.
Melalui Navigator365™ Cx Benchmark dan Navigator365™ Core, brand memiliki akses ke insight yang kaya untuk memahami preferensi omnichannel HCP. Insight ini membantu brand menyusun strategi customer engagement yang lebih efektif, relevan, dan berkelanjutan. Secara luas, temuan Precision AQ Global Trends menunjukkan bahwa organisasi yang menggabungkan riset data, teknologi AI, dan governance yang solid. Organisasi semacam ini cenderung lebih mampu memenuhi ekspektasi HCP. Mereka juga mampu mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar biopharma global.

